Setelah Hujan, Kota Masih Menyimpan Luka
Hujan besar yang mengguyur Kota Arunika selama tiga hari berturut-turut bukan hanya meninggalkan banjir dan bangunan yang rusak, tetapi juga membuka kembali luka-luka yang selama ini disembunyikan oleh warganya.
Di tengah kekacauan itu, Dimas, seorang jurnalis muda, ditugaskan meliput kisah para penyintas. Ia bertemu dengan Asha, relawan dapur umum yang kehilangan rumah masa kecilnya akibat banjir, namun tetap memilih membantu orang lain daripada meratapi nasibnya sendiri.
Semakin dalam Dimas menyusuri sudut-sudut kota, semakin ia menyadari bahwa bencana tidak hanya menghancurkan jalan dan rumah, tetapi juga hubungan keluarga, persahabatan, dan mimpi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Di sisi lain, Asha masih menyimpan luka karena merasa gagal menyelamatkan ayahnya saat banjir besar lima tahun sebelumnya.
Ketika proyek normalisasi sungai memunculkan konflik baru di tengah masyarakat, Dimas dan Asha harus menghadapi pilihan yang tidak mudah: mengejar kebenaran yang bisa menyakitkan banyak orang atau membiarkan luka itu tetap terkubur demi ketenangan semu.
Setelah Hujan, Kota Masih Menyimpan Luka adalah kisah drama realis tentang kehilangan, kemanusiaan, harapan, dan keberanian untuk bangkit setelah bencana. Sebuah cerita yang mengingatkan bahwa hujan memang berhenti, tetapi luka di hati manusia membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk sembuh.